Wednesday, January 3, 2018

Akan Naik Pesawat Saat Hamil? Penuhi Syarat ini Agar Tidak ditolak Maskapai

Bagi kamu para ibu yang sedang dalam kondisi hamil, tapi harus bepergian karena alasan pekerjaan, mudik, ataupun karena alasannya lainnya, wajar apabila kamu merasa risih dan cemas ketika harus naik pesawat. Terlebih lagi dengan adanya berita-berita penumpang melahirkan diatas pesawat.
Tentu pihak maskapai telah memperhitungkan bagaimana cara menghandle penumpang dalam kondisi hamil. Maskapai memiliki syarat yang harus dipenuhi oleh penumpang apabila akan terbang dalam kondisi hamil/ mengandung.

Berikut adalah beberapa informasi yang dapat kamu jadikan referensi agar kamu tidak ditolak oleh pihak maskapai saat ingin bepergian dengan pesawat:

1. Ketika membeli / melakukan issued tiket, informasikan kepada agen atau penjual tiket bahwa kamu sedang dalam kondisi hamil. Sebutkan pula usia kehamilan pada tanggal keberangkatan yang direncanakan. Tujuannya adalah agar agen perjalanan dapat mengkonfirmasi kepada pihak maskapai mengenai prasyarat/ dokumen yang dibutuhkan pada usia kehamilan tsb.

2. Siapkan dokumen pendukung perjalananmu. Untuk usia kehamilan dibawah 32 Minggu dan kehamilan tidak dalam kondisi bermasalah, kamu cukup membawa surat keterangan hamil dari Dokter Kandungan, kemudian melapor kepada petugas check-in counter.
Petugas check-in akan memberikan beberapa form yang harus di isi, seperti surat pernyataan hamil dan medical information. Apabila petugas check-in ragu mengenai usia kehamilan, maka kamu akan diarahkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk meminta referensi usia kehamilan dan pernyataan layak terbang.


Sedangkan, untuk usia kehamilan 32 minggu - 36 minggu, atau usia kehamilan kurang dari 32minggu namun memiliki masalah kehamilan, beberapa maskapai memberikan peraturan yang lebih ketat. Hal ini mengingat usia di atas 32 minggu sudah tergolong kedalam hamil tua dan pihak maskapai benar-benar harus memastikan kondisi kandungan berada dalam kondisi terbaik.
Sebagai contoh maskapai Garuda Indonesia, dimana setiap penumpang Garuda yang berusia 32-36 minggu wajib mengisi form medical information (MEDIF) tahap 2, dimana Form tersebut akan diserahkan ke Garuda Sentra Medika (GSM) untuk di lakukan observasi apakah penumpang dinyatakan layak terbang oleh pihak Garuda.

Form ini dapat diperoleh di kantor penjualan resmi Garuda ataupun Agen yang bekerja sama dengan pihak Garuda.
Form tersebut berisi tentang informasi keberangkatan pasien ( tanggal keberangkatan, apakah berangkat sendiri atau ditemani,dsb), dan catatan medis pasien yang hanya bisa di isi oleh dokter.

Jadi sebelum issued tiket, penumpang harus terlebih dahulu memiliki form ini dan meminta dokter kandungan untuk mengisi form tsb. Setelah dilakukan pengisian, kemudian penumpang dapat memberikan form tersebut kepada pihak Agen / Kantor penjualan resmi Garuda. Pihak Agen/ Pihak Garuda akan menindaklanjuti ke GSM untuk dipastikan apakah penumpang dinyatakan layak terbang atau tidak.

Jika penumpang dinyatakan layak terbang, barulah penumpang diperbolehkan issued tiket untuk tgl keberangkatan yang sudah disetujui pihak GSM.  Tidak lupa dokumen-dokumen yang lain seperti surat dokter, surat dari KKP juga tetap perlu didapatkan sebagai dokumen pendukung.

Demikianlah informasi mengenai syarat-syarat ketika kamu ingin naik pesawat dalam kondisi hamil. Memang terlihat sedikit sulit, namun demi keselamatan adik bayi didalam kandungan, prosedur diatas harus dipenuhi. Semoga perjalananmu lancar dan penuh dengan kenyamanan.

No comments:

Post a Comment