Saturday, January 6, 2018

Bayi Baru Lahir Hari Boleh Naik Pesawat, Dengan Syarat...


Seringkali Para keluarga muda bertanya-tanya, berapa batas usia bayi diperbolehkan naik pesawat. Hal ini wajar ditanyakan mengingat sedikitnya informasi mengenai batas minimum bayi yang baru lahir agar diperbolehkan naik pesawat.
Kapan sebenarnya bayi yang baru lahir mulai diperbolehkan naik pesawat? Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memberikan standard yang cukup ketat dan dapat dijadikan acuan apabila kita membutuhkan referensi mengenai hal diatas. Setidaknya ada 3 kategori usia bayi dalam penanganan penerbangan.
Pertama, Bayi yang baru lahir kurang dari 48 jam, maka pihak maskapai tidak dapat menerima bayi tersebut karena usia bayi masih terlalu dini dan tidak direkomendasikan untuk terbang. Maka, penumpang harus menunggu sampai usia bayi lebih dari 48 jam.
Kedua, Setelah 48 jam atau usia bayi mencapai 2 hari, bayi diperbolehkan terbang, dengan syarat harus mendapatkan sertifikat kesehatan ( Medical Information Part 1 dan Part 2) dari pihak GSM ( Garuda Sentra Medika). Sertifikat ini diperlukan untuk bayi hingga usia 7 hari. Jadi dengan kata lain, Bayi dengan usia 2-7 hari diperbolehkan terbangm dengan syarat ada persetujuan dari GSM.
Form Medical Information (MEDIF) bisa didapatkan di kantor penjualan resmi Garuda Indonesia, atau travel agent yang bekerja sama dengan pihak Garuda. Medif tersebut terdiri dari 2 lembar, dimana lembar 1 dapat diisi oleh orang tua, dan lembar 2 diisi oleh Dokter si anak. Setelah diisi, Form dapat dikembalikan kepihak Agent/ kantor penjualan untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh mereka. Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak GSM, barulah calon penumpang dapat mengissued tiket untuk bayi tersebut.
Form medif yang telah disetujui oleh pihak maskapai harus dibawa ke Bandara pada saat Penumpang melakukan check-in sebagai bukti bahwa Bayi dengan usia tersebut telah dinyatakan layak terbang oleh pihak Maskapai. Form tersebut jugalah yang akan dilaporkan petugas darat kepada crew pesawat sebagai informasi bahwa ada penumpang yang membutuhkan perhatian khusus pada penerbangan tersebut. Selain itu, pihak maskapai akan meminta orang tua bayi untuk mengisi form of indemnity yang akan diberikan pada saat check in di Bandara.
Ketiga, Bayi diatas 7 hari dan dibawah 24 bulan, bayi diperbolehkan terbang tanpa perlu persetujuan dari Garuda Sentra Medika. Selain itu, penumpang juga tidak perlu mengisi formulir apapun karena status bayi diatas 7 hari telah dinyatakan aman untuk terbang selama dalam kondisi sehat. Jika kondisi bayi sedang sakit, maka tetap diperlukan Persetujuan dari GSM.
Bagaimana dengan bayi prematur? Apabila bayi lahir dalam kondisi prematur, maka pihak maskapai dapat menerima bayi tersebut, namun tetap diperlukan pengisian Form Medif agar bisa mendapatkan persetujuan dari Garuda Sentra Medika.
Demikianlah informasi mengenai penanganan Bayi  baru lahir yang akan bepergian dengan pesawat. Dengan memahami hal ini, para orang tua tidak perlu bingung ataupun khawatir untuk memberangkatkan bayinya.

No comments:

Post a Comment