Friday, January 19, 2018

Membawa Senjata Tajam ke Pesawat ? Begini Prosedurnya

Apabila kita menyaksikan di Bandara-Bandara terutama Bandara yang padat Trafficnya, ada satu kotak kaca khusus di Pos Keamanan yang berisi bermacam-macam benda tajam. Mulai dari Gunting, pisau cutter, pisau lipat, dan lain sebagainya. Petugas keamanan bandara harus memastikan bahwa penumpang yang naik pesawat terbebas dari senjata tajam. Hal ini didasarkan pada aspek keselamatan penerbangan dimana dikhawatirkan berpotensi terjadi pembajakan pesawat apabila seluruh penumpang diperbolehkan membawa senjata tajam atau senjata api. Jadi, kabin pesawat harus dipastikan steril dari senjata atau benda tajam yang dibawa penumpang.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika seorang aparat keamanan seperti Polisi atau bahkan TNI ingin naik pesawat dengan membawa pistol ataupun senjata tajam lainnya? Pihak maskapai tentu memiliki prosedur agar penumpang yang membawa senjata dapat tetap terbang dengan membawa barang tersebut.

Senjata api, senjata tajam dan benda tajam dikategorikan sebagai Security Item (Secit). Berikut beberapa item yang dikategorikan sebagai secit:
- Senjata Api ; Pistol, senjata laras panjang, Barreled Gun
- Senjata Tajam; pisau, gunting, pedang, samurai, kapak dsb
- Pisau Mainan, pistol mainan.
- Stik Golf, Stick Baseball
- dsb.

Prosedur dalam mengonboardkan Secit (dalam hal ini pistol dan peluru) ialah sebagai berikut:

1. Pastikan penumpang melapor kepada petugas check-in Counter bahwa mereka membawa senjata / benda tajam.

2. Petugas check in dan Petugas Avsec Ground Handling akan memasukan Secit kedalam Amplop khusus dengan standard tertentu dari pihak maskapai. Proses ini disaksikan oleh penumpang.

3. Apabila bersama dengan pistol tersebut terdapat peluru, maka peluru harus dipisah dengan pistol dan dimasukkan kedalam bullet box. Pihak maskapai memiliki bullet box dengan standard dan kriteria tertentu. Peluru yang diizinkan onboard hanya sebanyak 12 butir untuk tiap penumpang. 

4. Amplop yang telah berisi pistol dan bullet box, kemudian disegel, dan penumpang diberikan kertas tanda terima agar dapat diambil di Bandara tujuan.

5. Amplop Secit tersebut kemudian dibawa oleh petugas Avsec ke Pesawat dan dimasukkan kedalam tas khusus yang bernama Security Item Container (SIC), serta dilaporkan ke Pilot yang in charge pada penerbangan tersebut.

Apabila penumpang membawa Samurai/ Stick Golf yang tidak memungkinkan untuk masuk kedalam amplop, maka penumpang akan tetap diberikan kertas tanda terima dan amplop akan tetap ditempelkan pada Secit sebagai penanda profiling kepemilikan barang. Secit tersebut akan dibawa Avsec ke pesawat dan langsung dimasukkan kedalam SIC.

Demikianlah informasi mengenai tata cara membawa senjata tajam apabila ingin berangkat naik pesawat. Mengingat senjata tajam dan senpi termasuk barang yang berbahaya, maka anda harus ikut memonitor proses packing dan pastikan petugas Avsec tidak meninggalkan Security Item tersebut disembarang tempat. 
Selamat Terbang...!




No comments:

Post a Comment