Wednesday, January 31, 2018

Apakah Penumpang yang Sakit Stroke Boleh Naik Pesawat ?

Banyak calon penumpang yang belum mengetahui, bagaimana cara menangani penumpang yang menderita stroke agar dapat naik ke pesawat. Informasi ini menjadi penting untuk mereka yang mempunyai kerabat penderita stroke, terutama orang tua mereka.

Secara umum, Pihak maskapai menyerahkan seluruh prosesnya kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan serta Surat Keterangan Dokter. Namun, apabila pihak maskapai tidak percaya diri, tidak jarang penumpang tersebut akan ditolak.

Sebagai Parameter, maskapai Garuda Indonesia memutuskan layak atau tidaknya penumpang terbang dengan menggunakan Lembaga Kesehatan dari pihak maskapai yaitu Garuda Sentra Medika (GSM). Kondisi penumpang tersebut harus telah diketahui sebelum penumpang melakukan issued tiket.

Ketika calon penumpang / keluarga akan melakukan issued tiket, pegawai tiketing memberikan Form Medical Information (MEDIF) part 1 dan part 2. Form MEDIF 1 dapat diisi oleh keluarga pasien, sedangkan Form MEDIF 2 diisi oleh Dokter penumpang. Isi dari Form MEDIF 1 merupakan data umum pasien / calon penumpang, sedangkan MEDIF 2 berisi pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya teknis dan hanya dipahami oleh Dokter atau tenaga medis yang biasa menangani pasien.

Setelah diisi, Form dapat dikembalikan kantor penjualan tiket untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh mereka. Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak GSM penumpang akan diinformasikan dan setelah itu penumpang dapat melakukan issued tiket. Biasanya, pihak GSM akan memberikan catatan seperti; harus ditemani pendamping, harus ditemani perawat, dan sebagainya.

Setibanya di Bandara, calon penumpang harus membawa dokumen MEDIF yang telah didapatkan ketika issued di Kantor Penjualan Tiket untuk kemudian dilaporkan kepada petugas check-in. Penumpang atau pendamping, akan diminta mengisi dokumen tambahan dari pihak maskapai  berupa Form pembebasan tanggung jawab. Petugas darat akan berkoordinasi dengan Aircrew agar diberikan penanganan khusus selama di pesawat.

Ketika proses Boarding dilaksanakan, Penumpang yang berada dalam kondisi sakit akan mendapat prioritas untuk boarding terlebih dahulu sebelum penumpang normal agar pihak penumpang dan cabin crew dapat secara leluasa mengatur posisi duduk penumpang sehingga penumpang benar-benar dalam kondisi nyaman dan siap beristirahat.

Demikianlah sekilas informasi mengenai penanganan penumpang yang sedang menderita penyakit stroke. Semoga dapat menjadi referensi dalam melakukan perjalanan. 
Selamat Terbang...!



2 comments: